Penjaminan Mutu (SPMI)
Menetapkan sasaran/KPI mutu, menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian sampai tuntas, mencatat inspeksi & survei kepuasan, dan memantau capaian lewat satu dashboard.
Syarat: sudah menyelesaikan 🌱 Panduan Dasar. Menu Mutu hanya muncul bila: (1) modul Mutu / SYAMIL aktif untuk pesantren Bapak/Ibu, (2) tampilan diatur ke Mode Lanjutan (bukan Mode Sederhana), dan (3) akun Bapak/Ibu punya izin kelola mutu. Bila menu Mutu tidak terlihat di sisi kiri, hubungi admin pesantren untuk mengaktifkannya. Modul ini menggantikan: map dokumen SOP, buku temuan audit, dan rekap survei kepuasan yang biasanya tercecer.
Daftar isi:
- Mengisi sasaran / KPI
- Mencatat realisasi capaian
- Mencatat temuan ketidaksesuaian
- Siklus temuan sampai ditutup
- Inspeksi / audit
- Survei kepuasan (SKM)
- Dosir / dokumen mutu
- Membaca dashboard KPI
- Glosarium istilah mutu
1. Mengisi Sasaran / KPI
Apa ini? Sasaran Mutu (KPI) adalah target yang ingin dicapai pesantren — misalnya "Kelulusan tepat waktu 95%" atau "Rata-rata kepuasan wali 4 dari 5". Tiap sasaran punya target dan realisasi (capaian nyata); aplikasi otomatis menghitung persentase capaiannya.
Kapan dipakai: di awal tahun/semester saat menyusun rencana mutu, atau ketika menambah indikator baru.
Siapkan dulu: daftar indikator mutu, angka target masing-masing, dan satuannya (%, nilai, orang).
Langkahnya:
- Menu kiri → grup Mutu → Sasaran Mutu (KPI).
- Ketuk + Tambah (New).
- Isi formulir:
- Nama Sasaran — tulis jelas. Contoh:
Kehadiran ustadz mengajar. - Kode — opsional, kode singkat bila pesantren punya penomoran sendiri.
- Area — pilih: Akademik / Tahfidz / Layanan / Umum.
- Satuan — contoh:
%,nilai, atauorang. - Target — angka yang dituju. Contoh:
95. - Realisasi — capaian saat ini (boleh diisi
0dulu, nanti diperbarui). - Periode — tahun/semester. Contoh:
2026atau2026-S1. - Regulasi Acuan — opsional. Contoh:
KMA 939/2018. - Aktif — biarkan menyala agar ikut dihitung di dashboard.
- Nama Sasaran — tulis jelas. Contoh:
- Ketuk Simpan (Create).
✅ Tanda berhasil: sasaran muncul di tabel, lengkap dengan kolom Capaian % yang berwarna — hijau bila ≥100%, kuning bila ≥75%, merah bila di bawahnya.
⚠️ Kalau ada masalah:
- Capaian % tampil 0 padahal sudah diisi → biasanya Target masih
0. Capaian dihitung dari realisasi dibagi target, jadi target harus diisi lebih dulu. - Sasaran tidak muncul di dashboard → pastikan tombol Aktif menyala dan Periode sudah diisi.
2. Mencatat Realisasi Capaian
Kapan dipakai: berkala (bulanan/semester) saat angka capaian nyata sudah diketahui, tanpa perlu membuka seluruh formulir.
Langkahnya:
- Buka Mutu → Sasaran Mutu (KPI).
- Cari sasaran yang mau diperbarui.
- Di ujung kanan barisnya, ketuk tombol hijau Catat Realisasi.
- Masukkan Nilai realisasi terbaru (angka, tidak boleh negatif). Contoh:
88. - Ketuk Simpan.
✅ Tanda berhasil: muncul pesan "Realisasi diperbarui" dan kolom Capaian % berubah warna sesuai angka baru.
💡 Bedanya dengan Edit: tombol Catat Realisasi hanya mengubah satu angka realisasi — cepat dan kecil risiko salah. Pakai Edit (pensil) bila perlu mengubah nama, target, atau periode.
3. Mencatat Temuan Ketidaksesuaian
Apa ini? Temuan (istilah mutu: Non-Conformance) adalah catatan masalah atau ketidaksesuaian yang ditemukan — misalnya dokumen SOP belum ada, jadwal tidak berjalan, atau standar tidak terpenuhi. Setiap temuan akan ditindaklanjuti sampai benar-benar tuntas.
Kapan dipakai: setiap kali ditemukan masalah, biasanya saat atau sesudah inspeksi/audit.
Langkahnya:
- Menu kiri → grup Mutu → Temuan (Non-Conformance).
- Ketuk + Tambah.
- Isi formulir:
- Judul — ringkas dan jelas. Contoh:
Daftar hadir ustadz belum lengkap Maret. - Severity — tingkat keseriusan: Minor, Major, atau Kritis. (Pilih hati-hati — setelah tindakan dimulai, tingkat ini tidak bisa diubah lagi.)
- Inspeksi (opsional) — kaitkan dengan inspeksi/audit yang melahirkan temuan ini, bila ada.
- Tenggat — batas waktu penyelesaian yang diharapkan.
- Deskripsi — uraikan masalahnya secukupnya.
- Judul — ringkas dan jelas. Contoh:
- Ketuk Simpan.
✅ Tanda berhasil: temuan baru muncul di tabel dengan status terbuka (badge merah). Itulah titik awal siklus penyelesaian di Bagian 4.
⚠️ Pilih Severity sekali, baik-baik. Aplikasi sengaja mengunci tingkat keseriusan begitu tindakan dimulai. Ini supaya temuan berat tidak diam-diam "diturunkan" jadi ringan lalu ditutup tanpa pemeriksaan yang semestinya.
4. Siklus Temuan Sampai Ditutup
Inti modul ini. Sebuah temuan tidak bisa langsung "dihapus" begitu saja — ia berjalan melewati empat tahap berurutan, sehingga ada jejak yang jelas siapa menindak dan siapa memverifikasi:
- Terbuka — baru dicatat, belum ditangani.
- Tindakan — sedang diperbaiki (tindakan korektif sudah dicatat).
- Verifikasi — perbaikan selesai, menunggu diperiksa/disahkan.
- Tutup — sudah diverifikasi dan dinyatakan selesai.
Setiap tahap punya tombolnya sendiri di ujung kanan baris temuan. Tombol hanya muncul bila statusnya pas — jadi Bapak/Ibu tidak akan bingung harus menekan yang mana.
Langkahnya:
- Mulai Tindakan (tombol kuning, muncul saat status terbuka) — ketuk, lalu tulis Tindakan korektif yang akan/sedang dilakukan. Contoh:
Wali kelas merekap ulang absensi & memasang papan kontrol harian. Setelah disimpan, status menjadi tindakan. - Ajukan Verifikasi (tombol biru, muncul saat status tindakan) — ketuk bila perbaikan sudah selesai. Aplikasi minta konfirmasi, lalu status menjadi verifikasi (menunggu diperiksa).
- Tutup (Verifikasi) (tombol hijau, muncul saat status verifikasi) — ketuk untuk menyatakan temuan benar-benar selesai. Status menjadi tutup.
✅ Tanda berhasil: setiap kali tombol ditekan, badge Status berubah warna mengikuti tahap, dan kolom Ditutup terisi tanggal saat temuan akhirnya ditutup.
⚠️ Kalau ada masalah:
- Tombol "Tutup (Verifikasi)" tidak muncul → menutup temuan adalah wewenang khusus (izin setujui/verifikasi mutu). Bila Bapak/Ibu hanya bertugas menangani, biarkan di status verifikasi; petugas berwenang yang akan menutupnya.
- Tidak bisa lompat tahap → memang sengaja. Urutannya harus runtut: terbuka → tindakan → verifikasi → tutup. Tidak ada jalan pintas.
- Tombol Edit hilang setelah tindakan dimulai → wajar. Begitu temuan keluar dari status terbuka, isinya dikunci demi menjaga jejak audit; perubahan hanya lewat tombol tahap di atas.
💡 Untuk temuan berat, pesantren bisa mengatur agar penutupan memerlukan persetujuan lebih dulu (lewat kotak masuk persetujuan). Bila itu aktif, tombol Tutup baru berfungsi setelah disetujui pihak berwenang.
5. Inspeksi / Audit
Apa ini? Inspeksi / Audit adalah catatan kegiatan pemeriksaan mutu — kapan dilakukan, siapa auditornya, area apa, dan ringkasan hasilnya. Temuan-temuan (Bagian 3) bisa dikaitkan ke sebuah inspeksi agar rapi.
Langkahnya:
- Menu kiri → grup Mutu → Inspeksi / Audit Mutu.
- Ketuk + Tambah.
- Isi:
- Judul — contoh:
Audit Internal Semester Ganjil 2026. - Area — Akademik / Tahfidz / Layanan / Umum.
- Tanggal — kapan inspeksi dilakukan.
- Auditor — nama pemeriksa.
- Status — Draft (masih berjalan) atau Selesai.
- Ringkasan — catatan hasil pemeriksaan.
- Judul — contoh:
- Ketuk Simpan.
✅ Tanda berhasil: inspeksi muncul di tabel. Kolom Temuan menampilkan angka berapa banyak temuan yang sudah dikaitkan ke inspeksi itu.
💡 Alur yang rapi: buat Inspeksi dulu, lalu saat mencatat Temuan (Bagian 3) pilih inspeksi itu di kolom Inspeksi (opsional). Dengan begitu hasil audit dan tindak lanjutnya saling terhubung.
6. Survei Kepuasan (SKM)
Apa ini? SKM (Survei Kepuasan Masyarakat) merekam penilaian kepuasan wali/masyarakat terhadap layanan pesantren, dalam skor 1 sampai 5. Hasil rata-ratanya muncul di dashboard sebagai indeks kepuasan.
Kapan dipakai: saat memasukkan jawaban survei kepuasan, satu baris per responden/jawaban.
Langkahnya:
- Menu kiri → grup Mutu → Survei Kepuasan (SKM).
- Ketuk + Tambah.
- Isi:
- Periode — contoh:
2026atau2026-S1. - Aspek — Layanan / Akademik / Sarana / Umum.
- Responden — boleh nama, boleh dikosongkan (anonim).
- Skor (1-5) — wajib, angka
1sampai5. - Komentar — masukan bebas dari responden, opsional.
- Periode — contoh:
- Ketuk Simpan.
✅ Tanda berhasil: baris baru muncul dengan badge Skor berwarna — hijau (4–5), kuning (3), merah (di bawah 3). Semua skor ini otomatis dirata-rata menjadi indeks SKM di dashboard.
⚠️ Skor ditolak? → skor harus bilangan 1 sampai 5. Angka di luar itu tidak diterima.
7. Dosir / Dokumen Mutu
Apa ini? Dosir Mutu adalah daftar dokumen mutu pesantren — SOP, hasil SKM, MoU, SK tim, rubrik — beserta status kelengkapan dan persetujuannya. Dokumen melewati alur sederhana: Draft → Diajukan → Disetujui (atau Ditolak).
Langkahnya (membuat dokumen):
- Menu kiri → grup Mutu → Dosir Mutu (SYAMIL).
- Ketuk + Tambah.
- Isi: Judul, Jenis (SOP / Hasil SKM / MoU / SK Tim / Rubrik), Regulasi Acuan, Berkas (URL/path) bila ada, dan Kelengkapan (Lengkap / Belum).
- Ketuk Simpan.
Alur persetujuan (lewat tombol di baris):
- Ajukan — penyusun mengirim dokumen untuk disetujui (status menjadi Diajukan).
- Setujui atau Tolak — pihak berwenang memutuskan. Bila menolak, wajib menulis Alasan penolakan agar penyusun bisa memperbaiki.
✅ Tanda berhasil: kolom Approval berubah (Diajukan kuning, Disetujui hijau, Ditolak merah) dan nomor Versi tercatat.
💡 Pemisahan tugas: yang mengajukan dan yang menyetujui dirancang sebagai dua peran berbeda. Bila tombol Setujui/Tolak tidak muncul untuk Bapak/Ibu, itu wewenang petugas lain — bukan kesalahan.
8. Membaca Dashboard KPI
Apa ini? Satu halaman ringkasan yang menggabungkan semua data di atas, supaya pimpinan bisa melihat kondisi mutu sekilas tanpa membuka satu per satu.
Langkahnya:
- Menu kiri → grup Mutu → Dashboard Mutu.
- Baca tiga kelompok angka:
- Sasaran / KPI — jumlah sasaran aktif, rata-rata capaian, dan capaian per area.
- Temuan — berapa yang masih terbuka (belum tuntas) versus yang sudah tutup.
- SKM — rata-rata skor kepuasan dan indeksnya (skala 0–100), serta jumlah responden.
✅ Cara membacanya: angka Temuan terbuka yang besar berarti banyak masalah belum tuntas — jadikan prioritas. Capaian rata-rata yang rendah menandakan target belum tercapai. Indeks SKM mendekati 100 berarti wali makin puas.
⚠️ Angka di dashboard terasa kosong? → dashboard hanya menghitung sasaran yang Aktif, dan SKM/temuan yang sudah dimasukkan. Lengkapi datanya di bagian-bagian sebelumnya.
9. Glosarium Istilah Mutu
| Istilah | Artinya (bahasa sehari-hari) |
|---|---|
| SPMI | Sistem Penjaminan Mutu Internal — cara pesantren menjaga & meningkatkan mutunya sendiri secara terencana: tetapkan target, periksa, perbaiki, ulangi. |
| Sasaran / KPI | Indikator terukur yang ingin dicapai (target). KPI = Key Performance Indicator, indikator kinerja utama. |
| Temuan (Non-Conformance) | Catatan ketidaksesuaian/masalah yang ditemukan — sesuatu yang belum sesuai standar dan perlu diperbaiki. |
| Severity | Tingkat keseriusan temuan: Minor (ringan), Major (sedang/berarti), Kritis (berat). Menentukan seberapa serius penanganannya. |
| Tindakan korektif | Langkah perbaikan yang diambil untuk menutaskan sebuah temuan. |
| SKM | Survei Kepuasan Masyarakat — pengukuran tingkat kepuasan wali/masyarakat terhadap layanan, dalam skor 1–5. |
| Inspeksi / Audit | Kegiatan pemeriksaan mutu terencana yang biasanya menghasilkan satu atau beberapa temuan. |
| Dosir Mutu | Berkas/arsip dokumen mutu (SOP, SK, MoU, rubrik, hasil SKM) beserta status persetujuannya. |
Contekan Cepat Mutu
| Mau apa? | Buka di mana? |
|---|---|
| Tambah sasaran / KPI | Mutu → Sasaran Mutu (KPI) → + Tambah |
| Perbarui angka capaian | Mutu → Sasaran Mutu (KPI) → Catat Realisasi |
| Catat masalah/temuan | Mutu → Temuan (Non-Conformance) → + Tambah |
| Tindak lanjut temuan | Mutu → Temuan → Mulai Tindakan → Ajukan Verifikasi → Tutup |
| Catat inspeksi/audit | Mutu → Inspeksi / Audit Mutu → + Tambah |
| Masukkan survei kepuasan | Mutu → Survei Kepuasan (SKM) → + Tambah |
| Kelola dokumen mutu | Mutu → Dosir Mutu (SYAMIL) |
| Lihat ringkasan mutu | Mutu → Dashboard Mutu |