Akuntansi & Pajak
Buku besar, jurnal, anggaran, neraca, laporan keuangan, dan perpajakan pesantren.
Syarat: sudah menyelesaikan 🌱 Panduan Dasar dan paham dasar 💰 Bendahara. Modul ini untuk staf yang mengurus pembukuan resmi pesantren — bukan hanya catat bayar, tapi juga jurnal, neraca, dan laporan ke yayasan.
Daftar isi:
- Apa itu modul Akuntansi?
- Bagan Akun (COA)
- Jurnal Umum & Jurnal Manual
- Buku Besar & BKU
- Anggaran (RKAM) & Varians
- Sumber Dana & Kehalalan
- Neraca Saldo
- Periode & Tutup Buku
- Perpajakan: Tarif, Kalkulator, Buku Pembantu
- Laporan Keuangan
- Contoh: Jurnal Manual Penyesuaian
- Contoh: Membuat Anggaran Divisi
- Pengingat Penting
- Contekan Cepat Akuntansi
1. Apa Itu Modul Akuntansi?
Bayangkan pesantren punya dua tingkat pencatatan uang:
- Keuangan (modul Bendahara) = catatan harian. "Siapa bayar, berapa, kapan." Seperti buku kas sederhana.
- Akuntansi (modul ini) = pembukuan resmi. "Uang itu masuk ke rekening apa, laporannya gimana ke yayasan, neracanya seimbang tidak." Seperti buku besar di kantor akuntan.
Kabar baiknya: sebagian besar jurnal otomatis terbuat saat bendahara mencatat pembayaran. Bapak/Ibu di bagian akuntansi hanya perlu:
- Memastikan bagan akun (daftar rekening) sudah benar.
- Membuat jurnal manual kalau ada koreksi atau penyesuaian.
- Menutup periode di akhir bulan/tahun.
- Mencetak laporan keuangan resmi.
2. Bagan Akun (COA)
Kapan dipakai: saat awal setup pesantren, atau saat ada jenis rekening baru (misal: rekening donasi khusus renovasi).
Apa itu? COA = Chart of Accounts = daftar semua "kotak uang" pesantren. Setiap kotak punya kode dan nama. Contoh:
| Kode | Nama Akun | Jenis |
|---|---|---|
| 1-1001 | Kas Pesantren | Aset |
| 1-1002 | Bank BRI | Aset |
| 4-1001 | Pendapatan SPP | Pendapatan |
| 5-1001 | Beban Listrik | Beban |
Ada 5 jenis besar: Aset (harta), Kewajiban (utang), Ekuitas (modal), Pendapatan (uang masuk), Beban (uang keluar).
Siapkan dulu: daftar rekening yang dibutuhkan pesantren (biasanya sudah terisi otomatis saat pertama kali).
Langkahnya:
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Bagan Akun.
- Lihat daftar akun yang sudah ada. Akun bawaan sudah cukup untuk kebanyakan pesantren.
- Kalau perlu tambah → ketuk + Tambah → isi kode, nama, jenis akun → Simpan.
✅ Tanda berhasil: akun baru muncul di daftar, diurutkan sesuai kode.
⚠️ Kalau ada masalah:
- Tidak bisa menghapus akun → akun yang sudah pernah dipakai di jurnal tidak bisa dihapus. Ini supaya pembukuan tidak rusak. Kalau salah, nonaktifkan saja.
3. Jurnal Umum & Jurnal Manual
Kapan dipakai:
- Jurnal otomatis — terbuat sendiri setiap ada pembayaran, tabungan, atau transaksi lain. Tidak perlu diapa-apakan.
- Jurnal manual — untuk koreksi, penyesuaian akhir bulan, atau transaksi yang tidak tercatat otomatis (misal: beban listrik yang belum dibayar).
Apa itu double-entry? Setiap jurnal punya minimal 2 baris: satu debit, satu kredit. Jumlah debit HARUS sama dengan kredit. Aplikasi akan menolak kalau tidak seimbang.
Siapkan dulu: tahu akun mana yang mau didebit dan dikredit, jumlahnya berapa, dan keterangan transaksinya apa.
Langkahnya (jurnal manual):
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Jurnal Manual.
- Ketuk + Tambah.
- Isi:
- Tanggal — tanggal transaksi terjadi.
- Keterangan — jelaskan singkat, misal "Penyesuaian beban listrik Juni".
- Baris 1: pilih akun (misal: Beban Listrik), isi kolom Debit.
- Baris 2: pilih akun (misal: Utang Listrik), isi kolom Kredit dengan angka yang sama.
- Pastikan total debit = total kredit (ada indikator di bawah).
- Ketuk Simpan.
✅ Tanda berhasil: jurnal muncul di daftar dengan status posted (sudah tercatat di buku besar).
⚠️ Kalau ada masalah:
- Tombol Simpan tidak bisa diklik → cek apakah total debit sudah sama dengan kredit. Kalau belum sama, pasti tidak bisa disimpan.
- Salah jurnal yang sudah di-posting → JANGAN dihapus. Buat jurnal koreksi (jurnal balik) untuk membatalkan efeknya.
4. Buku Besar & BKU
Kapan dipakai: saat ingin melihat riwayat transaksi per akun, atau membuat laporan kas harian/bulanan.
Apa bedanya?
- Buku Besar = riwayat semua transaksi untuk SATU akun tertentu. Misal: buka buku besar "Kas Pesantren" → lihat semua uang masuk dan keluar dari kas.
- BKU (Buku Kas Umum) = ringkasan arus kas seluruh pesantren. Sering diminta oleh Kemenag atau yayasan.
Langkahnya (Buku Besar):
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Buku Besar.
- Pilih akun yang mau dilihat (misal: Kas Pesantren).
- Pilih periode (bulan/tahun).
- Tabel menampilkan: tanggal, keterangan, debit, kredit, saldo berjalan.
Langkahnya (BKU):
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Buku Kas Umum.
- Pilih periode.
- Lihat ringkasan: saldo awal + pemasukan - pengeluaran = saldo akhir.
✅ Tanda berhasil: tabel terisi dan saldo berjalan masuk akal (tidak minus untuk kas).
5. Anggaran (RKAM) & Varians
Kapan dipakai: awal tahun ajaran saat menyusun rencana anggaran, dan setiap bulan saat mau membandingkan rencana vs kenyataan.
Apa itu?
- RKAM = Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah. Berisi rencana uang masuk dan uang keluar untuk setahun.
- Varians = selisih antara anggaran (rencana) dan realisasi (kenyataan). Kalau direncanakan Rp 10 juta tapi terpakai Rp 12 juta → varians = -2 juta (lebih boros).
Siapkan dulu: daftar divisi/unit, pos-pos anggaran, dan angka rencana untuk masing-masing.
Langkahnya:
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Anggaran.
- Ketuk + Tambah Anggaran.
- Pilih divisi/unit (misal: Akademik, Asrama, Dapur).
- Pilih tahun anggaran.
- Isi pos-pos anggaran:
- Nama pos (misal: Buku Pelajaran)
- Akun yang terkait (misal: Beban Buku)
- Jumlah rencana per bulan atau per tahun
- Ketuk Simpan.
✅ Tanda berhasil: anggaran muncul di daftar. Kolom "Realisasi" dan "Varians" otomatis terisi begitu ada transaksi terkait.
⚠️ Kalau ada masalah:
- Realisasi tidak muncul → pastikan akun di anggaran SAMA dengan akun yang dipakai di jurnal. Kalau beda akun, aplikasi tidak bisa mencocokkan.
6. Sumber Dana & Kehalalan
Kapan dipakai: setiap kali ada uang masuk dari sumber yang berbeda, terutama untuk pesantren yang menjaga akuntansi syariah.
Apa itu?
- Sumber Dana = dari mana uangnya berasal. Contoh: SPP, Donasi, BOS, Infaq, Wakaf.
- Kehalalan = status syariah uang itu. Ada dua: Halal (jelas halalnya) dan Syubhat (meragukan, perlu ditelaah lebih lanjut).
Ini penting supaya laporan keuangan pesantren bisa memisahkan dana halal dan syubhat — sesuai prinsip akuntansi syariah.
Langkahnya:
- Saat membuat jurnal atau transaksi, ada kolom Sumber Dana dan Kehalalan.
- Pilih sumber dana yang sesuai.
- Pilih status kehalalan: Halal atau Syubhat.
- Simpan seperti biasa.
✅ Tanda berhasil: di laporan keuangan, ada kolom/filter sumber dana dan kehalalan. Bisa cetak laporan per sumber dana.
💡 Kalau ragu apakah suatu dana halal atau syubhat, konsultasikan dengan pimpinan pesantren atau dewan syariah. Jangan asal pilih.
7. Neraca Saldo
Kapan dipakai: akhir bulan atau akhir tahun, untuk memastikan pembukuan seimbang.
Apa itu? Neraca saldo = daftar SEMUA akun beserta saldonya. Kalau pembukuan benar, maka total debit = total kredit. Kalau tidak sama, artinya ada jurnal yang salah.
Langkahnya:
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Neraca Saldo.
- Pilih periode (sampai tanggal berapa).
- Lihat tabel: setiap akun ada kolom Debit dan Kredit.
- Di baris paling bawah: Total Debit dan Total Kredit.
✅ Tanda berhasil: total debit = total kredit. Ada tanda centang hijau "Seimbang".
⚠️ Kalau ada masalah:
- Tidak seimbang → ada jurnal yang salah. Cek jurnal manual terakhir, mungkin ada yang salah ketik nominal. Buat jurnal koreksi.
8. Periode & Tutup Buku
Kapan dipakai: akhir bulan atau akhir tahun, setelah semua transaksi selesai dicatat dan diperiksa.
Apa itu? Tutup buku = mengunci periode supaya tidak ada yang bisa mengubah atau menambah jurnal di periode itu lagi. Ini penting agar laporan yang sudah dicetak tidak berubah.
Siapkan dulu:
- Pastikan semua jurnal sudah benar (cek neraca saldo dulu).
- Pastikan semua pembayaran sudah diverifikasi.
- Cetak laporan yang dibutuhkan SEBELUM menutup buku.
Langkahnya:
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Periode Akuntansi.
- Cari periode yang mau ditutup (misal: Juni 2026).
- Ketuk Tutup Periode.
- Konfirmasi: "Yakin menutup periode ini? Jurnal tidak bisa ditambah lagi."
- Ketuk Ya, Tutup.
✅ Tanda berhasil: status periode berubah jadi Ditutup (ikon gembok). Jurnal baru di periode itu akan ditolak.
⚠️ Kalau ada masalah:
- Sudah terlanjur tutup tapi ada yang salah → hanya admin/pimpinan yang bisa membuka kembali periode tertutup. Hubungi admin.
9. Perpajakan: Tarif, Kalkulator, Buku Pembantu
Kapan dipakai: setiap bulan saat menghitung pajak penghasilan pegawai (PPh 21), atau saat perlu laporan pajak tahunan.
Apa saja yang ada?
- Tarif Pajak (TER) — tabel tarif efektif rata-rata PPh 21 yang sudah diisi sesuai aturan terbaru. Bapak/Ibu tidak perlu menghafal — aplikasi yang menghitung.
- Kalkulator Pajak — masukkan gaji kotor pegawai, status PTKP (TK/0, K/1, dst.), dan tunjangan. Aplikasi menghitung PPh 21 yang harus dipotong.
- Buku Pembantu Pajak — catatan pajak per pegawai per bulan. Bisa dicetak untuk bukti potong tahunan (1721-A1).
Langkahnya (menghitung pajak pegawai):
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Kalkulator Pajak.
- Pilih pegawai (atau ketik manual gaji kotor).
- Pastikan status PTKP benar (misal: K/2 = kawin, 2 tanggungan).
- Klik Hitung.
- Lihat hasil: PPh 21 per bulan yang harus dipotong.
✅ Tanda berhasil: angka pajak muncul dan bisa dicetak.
Langkahnya (melihat buku pembantu pajak):
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Buku Pembantu Pajak.
- Pilih pegawai dan tahun.
- Tabel 12 bulan: gaji kotor, potongan pajak, gaji bersih.
💡 Kalau tarif pajak berubah (biasanya awal Januari), admin akan memperbarui tabel tarif. Bapak/Ibu tidak perlu mengubah sendiri.
10. Laporan Keuangan
Kapan dipakai: akhir bulan, akhir tahun, atau kapan saja pimpinan meminta laporan.
Jenis laporan yang tersedia:
| Nama Laporan | Isinya |
|---|---|
| Neraca | Posisi keuangan: harta, utang, dan modal pesantren |
| Laba Rugi | Pendapatan dikurangi beban = surplus/defisit |
| Arus Kas | Uang masuk dan keluar dikelompokkan: operasi, investasi, pendanaan |
| PSAK 109 | Laporan khusus zakat, infaq, sedekah (standar akuntansi syariah) |
| ISAK 35 | Laporan untuk entitas nirlaba (yayasan/pesantren) |
| Rekap Tahunan | Ringkasan setahun penuh untuk rapat yayasan |
Langkahnya:
- Menu kiri → Akuntansi & Pajak → Laporan Keuangan.
- Pilih jenis laporan.
- Pilih periode.
- Klik Tampilkan.
- Untuk mencetak: Export (Excel) atau Cetak (Ctrl+P → Save as PDF).
✅ Tanda berhasil: laporan tampil lengkap, angka neraca seimbang, tidak ada akun yang janggal.
💡 Kepala Keuangan juga bisa melihat laporan ini via PWA Kepala Keuangan di HP — tanpa harus buka laptop.
11. Contoh Pengisian: Jurnal Manual Penyesuaian
Kasus: Akhir bulan Juni, listrik sudah dipakai tapi belum dibayar. Tagihan PLN Rp 2.500.000. Kita perlu mencatat beban ini supaya laporan bulan Juni akurat.
Langkahnya:
- Buka Akuntansi & Pajak → Jurnal Manual → + Tambah.
- Tanggal: 30 Juni 2026.
- Keterangan: "Penyesuaian beban listrik Juni — belum dibayar".
- Baris 1: Akun = Beban Listrik → Debit = 2500000.
- Baris 2: Akun = Utang Beban → Kredit = 2500000.
- Cek: total debit (2.500.000) = total kredit (2.500.000). Seimbang!
- Ketuk Simpan.
✅ Tanda berhasil: jurnal masuk ke buku besar. Beban Listrik bertambah Rp 2,5 juta. Utang Beban juga bertambah Rp 2,5 juta.
💡 Nanti kalau listrik sudah dibayar (bulan depan), bendahara mencatat pembayaran biasa. Jurnal otomatis akan mengurangi Utang Beban.
12. Contoh Pengisian: Membuat Anggaran Divisi
Kasus: Divisi Akademik butuh anggaran untuk tahun ajaran 2026/2027. Ada 3 pos: Buku Pelajaran, ATK, dan Pelatihan Guru.
Langkahnya:
- Buka Akuntansi & Pajak → Anggaran → + Tambah Anggaran.
- Divisi: Akademik.
- Tahun: 2026/2027.
- Tambah pos pertama:
- Nama pos: Buku Pelajaran
- Akun: Beban Buku
- Jumlah rencana: 15000000 (Rp 15 juta setahun)
- Tambah pos kedua:
- Nama pos: ATK (Alat Tulis Kantor)
- Akun: Beban ATK
- Jumlah rencana: 3000000
- Tambah pos ketiga:
- Nama pos: Pelatihan Guru
- Akun: Beban Pelatihan
- Jumlah rencana: 5000000
- Ketuk Simpan.
✅ Tanda berhasil: anggaran Divisi Akademik muncul. Total = Rp 23 juta. Setiap bulan, kolom Realisasi terisi otomatis dari jurnal terkait, dan Varians menunjukkan selisih.
13. Pengingat Penting
- ⛔ Jangan menghapus jurnal yang sudah di-posting. Kalau salah, buat jurnal koreksi (jurnal balik). Menghapus = merusak jejak audit.
- ✅ Cek neraca saldo setiap akhir bulan. Kalau tidak seimbang, segera cari dan perbaiki sebelum tutup buku.
- 🔒 Tutup buku tepat waktu. Jangan biarkan periode lama tetap terbuka — orang bisa tidak sengaja menambah jurnal di bulan yang sudah lewat.
- 🔢 Nominal tanpa titik/koma: dua juta lima ratus ribu =
2500000. - 📊 Debit HARUS sama dengan Kredit. Ini hukum dasar akuntansi. Aplikasi tidak akan menyimpan jurnal yang tidak seimbang.
- 🏷️ Isi sumber dana dan kehalalan. Jangan dikosongi — ini penting untuk laporan syariah.
- 📸 Ada angka aneh atau error? Foto layar → kirim admin. Jangan coba betulkan sendiri.
Contekan Cepat Akuntansi
| Mau apa? | Buka di mana? |
|---|---|
| Lihat daftar akun (COA) | Akuntansi & Pajak → Bagan Akun |
| Buat jurnal koreksi | Akuntansi & Pajak → Jurnal Manual → + Tambah |
| Lihat riwayat per akun | Akuntansi & Pajak → Buku Besar |
| Lihat ringkasan kas | Akuntansi & Pajak → Buku Kas Umum |
| Buat anggaran | Akuntansi & Pajak → Anggaran → + Tambah |
| Cek neraca seimbang | Akuntansi & Pajak → Neraca Saldo |
| Tutup buku bulan ini | Akuntansi & Pajak → Periode Akuntansi → Tutup Periode |
| Hitung pajak pegawai | Akuntansi & Pajak → Kalkulator Pajak |
| Lihat pajak per pegawai | Akuntansi & Pajak → Buku Pembantu Pajak |
| Cetak laporan neraca | Akuntansi & Pajak → Laporan Keuangan → Neraca |
| Cetak laba rugi | Akuntansi & Pajak → Laporan Keuangan → Laba Rugi |
| Cetak laporan PSAK 109 | Akuntansi & Pajak → Laporan Keuangan → PSAK 109 |