Pesantren.onlinePanduan ← pesantren.online
📊

Akuntansi & Pajak

Buku besar, jurnal, anggaran, neraca, laporan keuangan, dan perpajakan pesantren.

Syarat: sudah menyelesaikan 🌱 Panduan Dasar dan paham dasar 💰 Bendahara. Modul ini untuk staf yang mengurus pembukuan resmi pesantren — bukan hanya catat bayar, tapi juga jurnal, neraca, dan laporan ke yayasan.

Daftar isi:

  1. Apa itu modul Akuntansi?
  2. Bagan Akun (COA)
  3. Jurnal Umum & Jurnal Manual
  4. Buku Besar & BKU
  5. Anggaran (RKAM) & Varians
  6. Sumber Dana & Kehalalan
  7. Neraca Saldo
  8. Periode & Tutup Buku
  9. Perpajakan: Tarif, Kalkulator, Buku Pembantu
  10. Laporan Keuangan
  11. Contoh: Jurnal Manual Penyesuaian
  12. Contoh: Membuat Anggaran Divisi
  13. Pengingat Penting
  14. Contekan Cepat Akuntansi

1. Apa Itu Modul Akuntansi?

Bayangkan pesantren punya dua tingkat pencatatan uang:

  • Keuangan (modul Bendahara) = catatan harian. "Siapa bayar, berapa, kapan." Seperti buku kas sederhana.
  • Akuntansi (modul ini) = pembukuan resmi. "Uang itu masuk ke rekening apa, laporannya gimana ke yayasan, neracanya seimbang tidak." Seperti buku besar di kantor akuntan.

Kabar baiknya: sebagian besar jurnal otomatis terbuat saat bendahara mencatat pembayaran. Bapak/Ibu di bagian akuntansi hanya perlu:

  1. Memastikan bagan akun (daftar rekening) sudah benar.
  2. Membuat jurnal manual kalau ada koreksi atau penyesuaian.
  3. Menutup periode di akhir bulan/tahun.
  4. Mencetak laporan keuangan resmi.

2. Bagan Akun (COA)

Kapan dipakai: saat awal setup pesantren, atau saat ada jenis rekening baru (misal: rekening donasi khusus renovasi).

Apa itu? COA = Chart of Accounts = daftar semua "kotak uang" pesantren. Setiap kotak punya kode dan nama. Contoh:

KodeNama AkunJenis
1-1001Kas PesantrenAset
1-1002Bank BRIAset
4-1001Pendapatan SPPPendapatan
5-1001Beban ListrikBeban

Ada 5 jenis besar: Aset (harta), Kewajiban (utang), Ekuitas (modal), Pendapatan (uang masuk), Beban (uang keluar).

Siapkan dulu: daftar rekening yang dibutuhkan pesantren (biasanya sudah terisi otomatis saat pertama kali).

Langkahnya:

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakBagan Akun.
  2. Lihat daftar akun yang sudah ada. Akun bawaan sudah cukup untuk kebanyakan pesantren.
  3. Kalau perlu tambah → ketuk + Tambah → isi kode, nama, jenis akun → Simpan.

Tanda berhasil: akun baru muncul di daftar, diurutkan sesuai kode.

⚠️ Kalau ada masalah:

  • Tidak bisa menghapus akun → akun yang sudah pernah dipakai di jurnal tidak bisa dihapus. Ini supaya pembukuan tidak rusak. Kalau salah, nonaktifkan saja.

3. Jurnal Umum & Jurnal Manual

Kapan dipakai:

  • Jurnal otomatis — terbuat sendiri setiap ada pembayaran, tabungan, atau transaksi lain. Tidak perlu diapa-apakan.
  • Jurnal manual — untuk koreksi, penyesuaian akhir bulan, atau transaksi yang tidak tercatat otomatis (misal: beban listrik yang belum dibayar).

Apa itu double-entry? Setiap jurnal punya minimal 2 baris: satu debit, satu kredit. Jumlah debit HARUS sama dengan kredit. Aplikasi akan menolak kalau tidak seimbang.

Siapkan dulu: tahu akun mana yang mau didebit dan dikredit, jumlahnya berapa, dan keterangan transaksinya apa.

Langkahnya (jurnal manual):

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakJurnal Manual.
  2. Ketuk + Tambah.
  3. Isi:
    • Tanggal — tanggal transaksi terjadi.
    • Keterangan — jelaskan singkat, misal "Penyesuaian beban listrik Juni".
    • Baris 1: pilih akun (misal: Beban Listrik), isi kolom Debit.
    • Baris 2: pilih akun (misal: Utang Listrik), isi kolom Kredit dengan angka yang sama.
  4. Pastikan total debit = total kredit (ada indikator di bawah).
  5. Ketuk Simpan.

Tanda berhasil: jurnal muncul di daftar dengan status posted (sudah tercatat di buku besar).

⚠️ Kalau ada masalah:

  • Tombol Simpan tidak bisa diklik → cek apakah total debit sudah sama dengan kredit. Kalau belum sama, pasti tidak bisa disimpan.
  • Salah jurnal yang sudah di-posting → JANGAN dihapus. Buat jurnal koreksi (jurnal balik) untuk membatalkan efeknya.

4. Buku Besar & BKU

Kapan dipakai: saat ingin melihat riwayat transaksi per akun, atau membuat laporan kas harian/bulanan.

Apa bedanya?

  • Buku Besar = riwayat semua transaksi untuk SATU akun tertentu. Misal: buka buku besar "Kas Pesantren" → lihat semua uang masuk dan keluar dari kas.
  • BKU (Buku Kas Umum) = ringkasan arus kas seluruh pesantren. Sering diminta oleh Kemenag atau yayasan.

Langkahnya (Buku Besar):

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakBuku Besar.
  2. Pilih akun yang mau dilihat (misal: Kas Pesantren).
  3. Pilih periode (bulan/tahun).
  4. Tabel menampilkan: tanggal, keterangan, debit, kredit, saldo berjalan.

Langkahnya (BKU):

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakBuku Kas Umum.
  2. Pilih periode.
  3. Lihat ringkasan: saldo awal + pemasukan - pengeluaran = saldo akhir.

Tanda berhasil: tabel terisi dan saldo berjalan masuk akal (tidak minus untuk kas).


5. Anggaran (RKAM) & Varians

Kapan dipakai: awal tahun ajaran saat menyusun rencana anggaran, dan setiap bulan saat mau membandingkan rencana vs kenyataan.

Apa itu?

  • RKAM = Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah. Berisi rencana uang masuk dan uang keluar untuk setahun.
  • Varians = selisih antara anggaran (rencana) dan realisasi (kenyataan). Kalau direncanakan Rp 10 juta tapi terpakai Rp 12 juta → varians = -2 juta (lebih boros).

Siapkan dulu: daftar divisi/unit, pos-pos anggaran, dan angka rencana untuk masing-masing.

Langkahnya:

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakAnggaran.
  2. Ketuk + Tambah Anggaran.
  3. Pilih divisi/unit (misal: Akademik, Asrama, Dapur).
  4. Pilih tahun anggaran.
  5. Isi pos-pos anggaran:
    • Nama pos (misal: Buku Pelajaran)
    • Akun yang terkait (misal: Beban Buku)
    • Jumlah rencana per bulan atau per tahun
  6. Ketuk Simpan.

Tanda berhasil: anggaran muncul di daftar. Kolom "Realisasi" dan "Varians" otomatis terisi begitu ada transaksi terkait.

⚠️ Kalau ada masalah:

  • Realisasi tidak muncul → pastikan akun di anggaran SAMA dengan akun yang dipakai di jurnal. Kalau beda akun, aplikasi tidak bisa mencocokkan.

6. Sumber Dana & Kehalalan

Kapan dipakai: setiap kali ada uang masuk dari sumber yang berbeda, terutama untuk pesantren yang menjaga akuntansi syariah.

Apa itu?

  • Sumber Dana = dari mana uangnya berasal. Contoh: SPP, Donasi, BOS, Infaq, Wakaf.
  • Kehalalan = status syariah uang itu. Ada dua: Halal (jelas halalnya) dan Syubhat (meragukan, perlu ditelaah lebih lanjut).

Ini penting supaya laporan keuangan pesantren bisa memisahkan dana halal dan syubhat — sesuai prinsip akuntansi syariah.

Langkahnya:

  1. Saat membuat jurnal atau transaksi, ada kolom Sumber Dana dan Kehalalan.
  2. Pilih sumber dana yang sesuai.
  3. Pilih status kehalalan: Halal atau Syubhat.
  4. Simpan seperti biasa.

Tanda berhasil: di laporan keuangan, ada kolom/filter sumber dana dan kehalalan. Bisa cetak laporan per sumber dana.

💡 Kalau ragu apakah suatu dana halal atau syubhat, konsultasikan dengan pimpinan pesantren atau dewan syariah. Jangan asal pilih.


7. Neraca Saldo

Kapan dipakai: akhir bulan atau akhir tahun, untuk memastikan pembukuan seimbang.

Apa itu? Neraca saldo = daftar SEMUA akun beserta saldonya. Kalau pembukuan benar, maka total debit = total kredit. Kalau tidak sama, artinya ada jurnal yang salah.

Langkahnya:

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakNeraca Saldo.
  2. Pilih periode (sampai tanggal berapa).
  3. Lihat tabel: setiap akun ada kolom Debit dan Kredit.
  4. Di baris paling bawah: Total Debit dan Total Kredit.

Tanda berhasil: total debit = total kredit. Ada tanda centang hijau "Seimbang".

⚠️ Kalau ada masalah:

  • Tidak seimbang → ada jurnal yang salah. Cek jurnal manual terakhir, mungkin ada yang salah ketik nominal. Buat jurnal koreksi.

8. Periode & Tutup Buku

Kapan dipakai: akhir bulan atau akhir tahun, setelah semua transaksi selesai dicatat dan diperiksa.

Apa itu? Tutup buku = mengunci periode supaya tidak ada yang bisa mengubah atau menambah jurnal di periode itu lagi. Ini penting agar laporan yang sudah dicetak tidak berubah.

Siapkan dulu:

  • Pastikan semua jurnal sudah benar (cek neraca saldo dulu).
  • Pastikan semua pembayaran sudah diverifikasi.
  • Cetak laporan yang dibutuhkan SEBELUM menutup buku.

Langkahnya:

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakPeriode Akuntansi.
  2. Cari periode yang mau ditutup (misal: Juni 2026).
  3. Ketuk Tutup Periode.
  4. Konfirmasi: "Yakin menutup periode ini? Jurnal tidak bisa ditambah lagi."
  5. Ketuk Ya, Tutup.

Tanda berhasil: status periode berubah jadi Ditutup (ikon gembok). Jurnal baru di periode itu akan ditolak.

⚠️ Kalau ada masalah:

  • Sudah terlanjur tutup tapi ada yang salah → hanya admin/pimpinan yang bisa membuka kembali periode tertutup. Hubungi admin.

9. Perpajakan: Tarif, Kalkulator, Buku Pembantu

Kapan dipakai: setiap bulan saat menghitung pajak penghasilan pegawai (PPh 21), atau saat perlu laporan pajak tahunan.

Apa saja yang ada?

  • Tarif Pajak (TER) — tabel tarif efektif rata-rata PPh 21 yang sudah diisi sesuai aturan terbaru. Bapak/Ibu tidak perlu menghafal — aplikasi yang menghitung.
  • Kalkulator Pajak — masukkan gaji kotor pegawai, status PTKP (TK/0, K/1, dst.), dan tunjangan. Aplikasi menghitung PPh 21 yang harus dipotong.
  • Buku Pembantu Pajak — catatan pajak per pegawai per bulan. Bisa dicetak untuk bukti potong tahunan (1721-A1).

Langkahnya (menghitung pajak pegawai):

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakKalkulator Pajak.
  2. Pilih pegawai (atau ketik manual gaji kotor).
  3. Pastikan status PTKP benar (misal: K/2 = kawin, 2 tanggungan).
  4. Klik Hitung.
  5. Lihat hasil: PPh 21 per bulan yang harus dipotong.

Tanda berhasil: angka pajak muncul dan bisa dicetak.

Langkahnya (melihat buku pembantu pajak):

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakBuku Pembantu Pajak.
  2. Pilih pegawai dan tahun.
  3. Tabel 12 bulan: gaji kotor, potongan pajak, gaji bersih.

💡 Kalau tarif pajak berubah (biasanya awal Januari), admin akan memperbarui tabel tarif. Bapak/Ibu tidak perlu mengubah sendiri.


10. Laporan Keuangan

Kapan dipakai: akhir bulan, akhir tahun, atau kapan saja pimpinan meminta laporan.

Jenis laporan yang tersedia:

Nama LaporanIsinya
NeracaPosisi keuangan: harta, utang, dan modal pesantren
Laba RugiPendapatan dikurangi beban = surplus/defisit
Arus KasUang masuk dan keluar dikelompokkan: operasi, investasi, pendanaan
PSAK 109Laporan khusus zakat, infaq, sedekah (standar akuntansi syariah)
ISAK 35Laporan untuk entitas nirlaba (yayasan/pesantren)
Rekap TahunanRingkasan setahun penuh untuk rapat yayasan

Langkahnya:

  1. Menu kiri → Akuntansi & PajakLaporan Keuangan.
  2. Pilih jenis laporan.
  3. Pilih periode.
  4. Klik Tampilkan.
  5. Untuk mencetak: Export (Excel) atau Cetak (Ctrl+P → Save as PDF).

Tanda berhasil: laporan tampil lengkap, angka neraca seimbang, tidak ada akun yang janggal.

💡 Kepala Keuangan juga bisa melihat laporan ini via PWA Kepala Keuangan di HP — tanpa harus buka laptop.


11. Contoh Pengisian: Jurnal Manual Penyesuaian

Kasus: Akhir bulan Juni, listrik sudah dipakai tapi belum dibayar. Tagihan PLN Rp 2.500.000. Kita perlu mencatat beban ini supaya laporan bulan Juni akurat.

Langkahnya:

  1. Buka Akuntansi & PajakJurnal Manual+ Tambah.
  2. Tanggal: 30 Juni 2026.
  3. Keterangan: "Penyesuaian beban listrik Juni — belum dibayar".
  4. Baris 1: Akun = Beban Listrik → Debit = 2500000.
  5. Baris 2: Akun = Utang Beban → Kredit = 2500000.
  6. Cek: total debit (2.500.000) = total kredit (2.500.000). Seimbang!
  7. Ketuk Simpan.

Tanda berhasil: jurnal masuk ke buku besar. Beban Listrik bertambah Rp 2,5 juta. Utang Beban juga bertambah Rp 2,5 juta.

💡 Nanti kalau listrik sudah dibayar (bulan depan), bendahara mencatat pembayaran biasa. Jurnal otomatis akan mengurangi Utang Beban.


12. Contoh Pengisian: Membuat Anggaran Divisi

Kasus: Divisi Akademik butuh anggaran untuk tahun ajaran 2026/2027. Ada 3 pos: Buku Pelajaran, ATK, dan Pelatihan Guru.

Langkahnya:

  1. Buka Akuntansi & PajakAnggaran+ Tambah Anggaran.
  2. Divisi: Akademik.
  3. Tahun: 2026/2027.
  4. Tambah pos pertama:
    • Nama pos: Buku Pelajaran
    • Akun: Beban Buku
    • Jumlah rencana: 15000000 (Rp 15 juta setahun)
  5. Tambah pos kedua:
    • Nama pos: ATK (Alat Tulis Kantor)
    • Akun: Beban ATK
    • Jumlah rencana: 3000000
  6. Tambah pos ketiga:
    • Nama pos: Pelatihan Guru
    • Akun: Beban Pelatihan
    • Jumlah rencana: 5000000
  7. Ketuk Simpan.

Tanda berhasil: anggaran Divisi Akademik muncul. Total = Rp 23 juta. Setiap bulan, kolom Realisasi terisi otomatis dari jurnal terkait, dan Varians menunjukkan selisih.


13. Pengingat Penting

  1. Jangan menghapus jurnal yang sudah di-posting. Kalau salah, buat jurnal koreksi (jurnal balik). Menghapus = merusak jejak audit.
  2. Cek neraca saldo setiap akhir bulan. Kalau tidak seimbang, segera cari dan perbaiki sebelum tutup buku.
  3. 🔒 Tutup buku tepat waktu. Jangan biarkan periode lama tetap terbuka — orang bisa tidak sengaja menambah jurnal di bulan yang sudah lewat.
  4. 🔢 Nominal tanpa titik/koma: dua juta lima ratus ribu = 2500000.
  5. 📊 Debit HARUS sama dengan Kredit. Ini hukum dasar akuntansi. Aplikasi tidak akan menyimpan jurnal yang tidak seimbang.
  6. 🏷️ Isi sumber dana dan kehalalan. Jangan dikosongi — ini penting untuk laporan syariah.
  7. 📸 Ada angka aneh atau error? Foto layar → kirim admin. Jangan coba betulkan sendiri.

Contekan Cepat Akuntansi

Mau apa? Buka di mana?
Lihat daftar akun (COA)Akuntansi & Pajak → Bagan Akun
Buat jurnal koreksiAkuntansi & Pajak → Jurnal Manual → + Tambah
Lihat riwayat per akunAkuntansi & Pajak → Buku Besar
Lihat ringkasan kasAkuntansi & Pajak → Buku Kas Umum
Buat anggaranAkuntansi & Pajak → Anggaran → + Tambah
Cek neraca seimbangAkuntansi & Pajak → Neraca Saldo
Tutup buku bulan iniAkuntansi & Pajak → Periode Akuntansi → Tutup Periode
Hitung pajak pegawaiAkuntansi & Pajak → Kalkulator Pajak
Lihat pajak per pegawaiAkuntansi & Pajak → Buku Pembantu Pajak
Cetak laporan neracaAkuntansi & Pajak → Laporan Keuangan → Neraca
Cetak laba rugiAkuntansi & Pajak → Laporan Keuangan → Laba Rugi
Cetak laporan PSAK 109Akuntansi & Pajak → Laporan Keuangan → PSAK 109
🙋 Masih bingung? Foto layar Bapak/Ibu, lalu kirim ke admin lewat WA. Bertanya tidak merepotkan.